Jika diejakan, maka ini tak akan selesai dalam kurun sebulan, mungkin lebih, sebab
menyusuri jiwamu kurasa memerlukan investigasi, analisis, persepsi, lantas mengambil sample dan akhirnya membuat asumsi-asumsi sebelum mengambil pendapat yang mendekati tentang apa yang kau rasakan kini, Adinda Nayla.Duhai Nayla pagi ini kau mengguyurku dengan desah keluh, sebenarnya itu hal sepele yang tak semestinya kau tujukan kepadaku, sebuah kecemburuan tanpa alasan, tanpa ada hal yang bisa dibuktikan. Semua bermuasal dari asumsi yang berhulu dari cemburu buta.
Beberapa hari kemudian. Aku tak tahu apa yang mengapitmu hingga begini? aku juga kurang paham dirimu, kebersamaan kita masih berkisar sebulan sejak bertemu di pertokoan waktu itu. Bila kau sadari, aku masih baru dalam hidupmu, lantas apa yang buatmu begitu percaya aku akan meluruhkan semua masalahmu itu? Terlalu mempercayaiku yang belum dalam kau kenali itu berbahaya Nayla. Maaf, aku hanya mengingatkanmu.
Mungkin aku akan tahu bila mampu mengeja denyut waktumu, aku akan paham jika mendekam dalam temaram hatimu. Tapi aku hanyalah aku yang hadir di dekatmu jika lelah menggelayut, jika mata indahmu meredup dan saat malas menunggang dengan culas.

0 komentar:
Poskan Komentar
mari Cerita...