Para Penulis:
A
Fuadi, Asma Nadia, Alberthiene Endah, Andrei Aksana,Clara Ng, Dewi Ria
Utari, Indra Herlambang, Putu Fajar Arcana, Sitta Karina, Dewi Lestari,
Avianti Armand, Happy Salma, Icha Rahmanti, Aan Mansyur.
Berangkat dari
kepedulian, saat Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin (PDS HBJ) terancam
tidak bisa meneruskan operasional sehari-hari yang dikarenakan dana
alokasi Pemerintah Daerah Jakarta yang mengalami penyusutan
terus-menerus tiap tahunnya.
Sebuah inisiatif yang patut diapresiasi tinggi untuk kepedulian para penulis di buku ini. Setidaknya seperti yang dituliskan dalam pengantar, ”Mudah-mudahan dengan terbitnya buku ini, kita semua diingatkan kembali: kita masih kekurangan perpustakaan yang ada di negeri yang demikian luas ini, dan perpustakaan yang ada sebagian besar dalam keadaan terlantar.” Ironis memang, tapi inilah kenyataan yang mau tak mau harus kita telan.
Setelah merebak aksi peduli lewat penggalangan dana lewat koinsastra dengan beragam aktifitas-konser, teatrikal dan lain-lain, membuat letikan imajinasi beberapa penulis untuk berdialog dan bersepakat menyumbangkan karya untuk disatukan dalam kumpulan cerpen dari Datuk ke Sakura Emas ini. Di mana royalti penjualan buku seluruhnya akan disumbangkan untuk pengelolaan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin.
Meski dikumpulkan dalam kurun waktu singkat - tak sampai sebulan, beberapa cerita dari Datuk ke Sakura Emas ini adalah cerita pendek terbaik penulisnya. Maka bukan berlebihan, bila kumpulan cerpen ini bisa ditahbiskan menjadi salah satu jejak sejarah cerita pendek dalam dunia kesusastraan nasional.
Sebuah inisiatif yang patut diapresiasi tinggi untuk kepedulian para penulis di buku ini. Setidaknya seperti yang dituliskan dalam pengantar, ”Mudah-mudahan dengan terbitnya buku ini, kita semua diingatkan kembali: kita masih kekurangan perpustakaan yang ada di negeri yang demikian luas ini, dan perpustakaan yang ada sebagian besar dalam keadaan terlantar.” Ironis memang, tapi inilah kenyataan yang mau tak mau harus kita telan.
Setelah merebak aksi peduli lewat penggalangan dana lewat koinsastra dengan beragam aktifitas-konser, teatrikal dan lain-lain, membuat letikan imajinasi beberapa penulis untuk berdialog dan bersepakat menyumbangkan karya untuk disatukan dalam kumpulan cerpen dari Datuk ke Sakura Emas ini. Di mana royalti penjualan buku seluruhnya akan disumbangkan untuk pengelolaan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin.
Meski dikumpulkan dalam kurun waktu singkat - tak sampai sebulan, beberapa cerita dari Datuk ke Sakura Emas ini adalah cerita pendek terbaik penulisnya. Maka bukan berlebihan, bila kumpulan cerpen ini bisa ditahbiskan menjadi salah satu jejak sejarah cerita pendek dalam dunia kesusastraan nasional.
