Jumat, 05 Juli 2013

Beranda #90


:: Bersama, duduk di beranda. saling bertukar cerita. kau paling sering bercerita tentang tanaman yang baru saja kau tanam, kali ini anggrek. "Barter sama temen, anggrek ini nanti bunganya berwarna ungu" katamu yang sedari tadi berbicara cepat, seolah diburu. tapi itu begitu kunikmati, ada kebahagiaan yang meneduhkan di sana.

Dua cangkir teh pekat masih mengepul hangat.

seperti biasa, kita bersila di depan meja kayu bundar, yang padanya kita bisa mengintip kepak aneka satwa bersayap melintasi atap rumah, juga mengikuti tarian awan yang bergulung-gulung tanpa ujung.

seperti biasa pula, kita ditemani tumpukan kertas, buku, majalah dan makanan olahanmu. selalu begitu, hingga pekat benar-benar lekat dan langit benar-benar hitam dihiasi titik-titik keemasan. memang, seperti itulah biasa kita. menikmati malam libur dengan cara tersendiri, yang sederhana.

seorang sahabat pernah bertanya, "kok gak pernah keluyuran, kenapa?" Aku tersenyum, senang melihat perhatiannya itu...
"sahabat, terlalu sayang melewati waktu seperti ini, saat di mana aku bisa berlama-lama melihat wanita yang selalu cantik dengan tubuh yang terbungkus celemek itu."

waktu itu, sahabatku yang wanita itu bergumam, mengangguk. aku meneruskan,

"sampai saat ini aku masih percaya bahwa, tidak ada masakan di luar sana yang bisa sebegini lezat, selain masakan yang dimasak orang tercinta dengan sepenuh hati dan cintanya."

[sesederhananya, nanti]
   ‎#kalasenja ‎#rumahira — di kotakecil.