Selasa, 10 September 2013

Beranda #87




:: Di beranda, mereda lelah selepas pulang dari sebuah perjalanan. Masing memutar ingatan kala di kereta api yang lengang, ada hujan yang tempiasi jendela, ada diam yang berbicara.

Semakin ke mari, aku semakin tahu, kian ngerti, kalau ini adalah tanjakan perasaan. Aku lebih dulu berhenti, mengambil nafas dalam-dalam, memaknainya perlahan, dan setelah kuyakin, kan kuganti seluruh udara yang selalu memutar kenangan-peristiwa yang tentu saja sulit untuk dilupakan.

Aku menggenggam jemarimu, dalam jarak, dalam imajinasiku, Kamu tidak perlu percaya ini, tapi cinta itu ternyata sudah lama ada, aku yang belum sadar, aku yang belum paham benar, atau mungkin waktunya yang memang belum tepat.

Apapun, tetap, aku mesti pelan-pelan mencari pijakan, untuk ketetapan, untuk rasa yang ada di puncak itu, yang akan buat aku terhenti bertanya tentang arti kata pencarian, berhenti mengilustrasikan tentang dermaga yang menjadi labuhan,

Ada yang mesti aku sadari, sesuatu yang sungguh, ini lebih dewasa untuk dimengerti, sesuatu yang aku yakini; tentang kita. Ya, serumit dan sesederhana itu.


                                                                                                                    #rumahira